Movie: About Time (2013)

About-Time-poster-303x450

“We’re all traveling through time together every day of our lives. All we can do is do our best to relish this remarkable ride.”

About Time adalah salah satu film yang berkesan buat saya. Dari cover-nya jelas terlihat bahwa film ini bergenre romance. Bercerita tentang perjalanan menembus waktu untuk mencari cinta. Ini bukanlah film tentang time travel yang berat tentang kembali ke masa lalu untuk menyelamatkan dunia seperti film Source Code. Awalnya, saya berpikir film ini akan seperti film-film romance kebanyakan. Ternyata ada yang lebih menarik dari pada sekedar romance.

Ceritanya dimulai saat Tim (Domhnall Gleeson) berusia 21, tiba-tiba ayah Tim (Bill Nighy) memberitahu bahwa semua pria di keluarga mereka memiliki kemampuan istimewa, yaitu dapat menjelajah waktu. Mereka tidak bisa ke masa depan, tapi dapat pergi ke masa lalu. Melakukan uji coba pada cinta pertamanya Charlotte (Margot Robbie), hanya dengan masuk ke ruang gelap untuk bisa menembus waktu, Tim akhirnya tahu bahwa perjalanan waktu tidak bisa merubah cinta. Akhirnya ia memutuskan menuju London untuk menjadi pengacara dan berupaya menemukan cinta impiannya. Bersama sahabatnya Jay (Will Merrick), Tim memutuskan untuk mencoba sensasi dari dinner in the dark yang mempertemukannya dengan Mary (Rachel McAdams), wanita yang bekerja di sebuah penerbit, seorang yang pemalu pencinta Kate Moss. Akhirnya cerita petualangan Tim mendapatkan cinta Mary pun dimulai.

about-time-movie-mcadams-gleeson-nighy

cfbb53cf-982a-4b01-a6bb-47ec71cde503.img_

Harus diakui bahwa About Time bukanlah film terbaik Richard Curtis apalagi jika sudah menonton filmnya yang lain seperti Love Actually atau Four Weddings and A Funeral. Banyak plot hole yang tidak bisa diabaikan. Mulai dengan pertunjukkan teater, ayah Tim, bayi, naskah yang hancur, hingga kecelakaan Kit-Kat. Beberapa plot holes tadi sangat mengganggu, Richard seperti mengingkari beberapa aturan main tentang time travel, ia menciptakan batasan namun dengan ceroboh menghancurkan aturan tadi tanpa disertai pemulihan melalui penjelasan. Jalan ceritanya pun berubah di pertengahan film, tidak lagi mengedepankan hubungan Tim dan Mary, tetapi mengarah ke arah tentang keluarga, terasa datar, tidak terdapat konflik yang dramatis di mana hubungan Tim dan Mary juga bisa dikatakan berjalan mulus. Mungkin Richard Curtis ingin mengedepankan tetang romance, dan time travel hanya digunakan sebagai sarana untuk menunjang ceritanya. Namun tetap saja, faktanya saya menyukai film ini karena film ini sama sekali tidak membosankan.

Domhnall Gleeson dan Rachel McAdams sangat jelas memiliki chemistry yang terjalin cukup kuat dalam film ini, terlihat pada akting mereka sebagai sepasang kekasih atau orangtua muda. Namun tentu saja tak bisa disangkal bintangnya adalah Bill Nighy. Saya sudah menyukainya semenjak menonton Love Actually atau The Boat That Rocked yang juga ditulis oleh Richard Curtis. Bill membawakan dirinya sebagai orangtua penyayang nan bijaksana tapi tak menghilangkan aura kerennya. Mau tak mau, saya terseret ke dalam cerita yang bisa dibilang manis, tidak ada adegan yang berlebihan sehingga kesan romance di film ini tidak terlihat murahan.

Tentu saja, sebagai pribadi yang mengagumi Inggris—John Lennon, musik, dan orang-orang nyentrik lainnya—Richard Curtis menyuguhkan pemandangan indah Cornwall, soundtrack yang indah seperti How Long Will I Love You, dinyanyikan dalam versi akustik oleh Jon Boden. Friday, I’m In Love dari The Cure, dan tentu saja The Luckiest dari Ben Folds.

abouttime2

Mungkin About Time bukanlah film hebat, tapi ini adalah tipe film yang langsung disukai dan takkan bosan jika menonton dua sampai tiga kali. About Time adalah sebuah packaging romance dan drama father-son relationship. Cinta seorang anak dan ayah yang begitu manis. Menurut saya, film tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga meninggalkan makna untuk penontonnya. Pelajaran yang saya dapat dari film ini adalah: menjalani setiap hari seolah hari itu adalah hari terakhir sehingga kita akan menjalani hidup dengan mencintainya, merasakan setiap sensasi, dan pada akhirnya setiap hari akan menjadi lebih bermakna.

Advertisements

2 thoughts on “Movie: About Time (2013)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s