Movie: Jackie and Ryan (2014)

jackie ryan

“Sometimes people just come through to tell you something and…

then once you heard it, they go.”

Ini adalah salah satu film yang saya tonton yang awalnya hanya berniat untuk menghabiskan waktu luang namun ternyata film ini malah di luar ekspektasi saya (sebagai penonton, bukan kritikus)—in the good way, of course.

Rasanya tak ada film yang istimewa di awal tahun ini karena film-film kategori Oscars sudah ‘diobral habis’ pada akhir tahun—menurut saya pribadi entah benar atau salah. Jadi saya pun menonton film yang ditulis dan disutradarai oleh Ami Canaan Mann berjudul Jackie and Ryan. Alasannya sederhana: saya ketahui film ini bergenre romance – music. Saya suka musik dan mengenai romance, saya tidak tahu kenapa akhir-akhir ini saya agak sedikit melow. Ok, let us skip this.

Jadi film Jackie and Ryan ini bercerita tentang hubungan dua orang yang bernama Jackie dan Ryan—bisa kita lupakan ini? Kalimat ini sama sekali tidak penting. Ryan (Ben Barnes) adalah seorang musisi jalanan. Pindah dari sebuah kota ke kota lain dengan cara menjadi penumpang gelap kereta barang. Hingga ia tiba di Utah untuk bertemu dengan temannya sesama musisi, Georgie (Lyle Werner), sekalian mengunjungi sahabatnya yang dipanggil Cowboy (si Cowboy ini tak pernah sekalipun ada dalam frame). Setelah beberapa hari mengamen di jalanan Ogden, Utah, ia bertemu dengan Jackie (Katherine Heigl), mantan penyanyi pop yang sedang memperjuangkan hak asuh anaknya, Lia (Emily Alyn Lind). Pertemuan pertama hanya ketika Jackie menonton Ryan dan Georgie mengamen, dan kejadian yang menghubungkan mereka adalah ketika secara tak disengaja Jackie mengalami kecelakaan—kenapa setiap hubungan harus dimulai dari sebuah kecelakaan? La de daa. Untuk menunjukkan rasa terimakasih dan perasaan bersalah karena tas Ryan dicuri ketika sedang membantunya, Jackie menjamu Ryan makan malam di rumahnya. Setelah itu kehidupan mereka sedikit mulai berubah. Keduanya sama-sama dihadapkan dengan masalah, Ryan dan mimpinya untuk rekaman dan Jackie yang memperjuangkan has asuh atas anaknya.

Secara pribadi saya menilai film ini sebagai gambaran sebuah proses di mana sebuah pertemuan dapat membawa perubahan besar dan berkesan bagi satu sama lain. Walaupun pertemuan itu hanya sebentar, mengingatkan saya dengan film Once (2006) yang hampir memiliki ide cerita yang sama.

Harus diakui saya menyukai akting Ben Barnes di film ini di luar ekspresinya ketika bernyanyi. Dan rasanya tak ada scene penutup yang lebih baik lagi selain scene ketika Ryan, Georgie dan anggora band membawakan lagu folks berjudul Southbound kemudian ditutup dengan kalimat,

“So you got any more like that?”

“Yeah, you want to hear them?”

 

Advertisements

2 thoughts on “Movie: Jackie and Ryan (2014)

  1. Saya juga suka film ini..meskipun sedikit bosan tapi banyak cuplikan2 film yang sarat dengan makna yang dalam.

    Hanya ending nya terkesan “ya udah gitu aja”, ehm maksud saya akan ada ending yang berhubungan dengan Jackie 😊

    Thanks,

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s