Mesin Waktu

“….. I wish I was special, you’re so very special…..” (Radiohead – Creep)

***

Melalui sebuah perangkat aneh—yang kemudian ia sadari sebagai sebuah mesin waktu—ia dilontarkan ke masa lalu. Tak bisa ia pastikan ke tahun berapa ia dicampakkan. Namun perkara tahun sungguh membuatnya bingung. Waktu itu belum ada instagram dan tampaknya foto selfie masih dianggap sebagai hal yang tabu. Lagipula ponselnya tak memiliki kamera, jadi ia tak terlalu mempermasalahkannya. Facebook? Facebook juga belum diciptakan sehingga orang-orang yang sedang jatuh cinta belum bisa memposting status atau foto bersama pasangan untuk menunjukkan betapa mereka terlihat sangat bahagia.

Palindih, begitu namanya disebutkan, mulai menebak-nebak. Dari sebuah suara yang tak diketahui sumbernya, ia mendapat kabar kalau tahun itu (tahun di mana ia dilontarkan)  adalah masa dilantiknya Soeharto dan Try Sutrisno sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Israel menyerang Lebanon Selatan, dan Toni Morrison memenangkan penghargaan nobel sastra. Palindih makin penasaran. Tahun berapa sekarang? tanyanya dalam hati. Soeharto jadi presiden sudah terlalu lama dan rasa-rasanya di tahun berapa pun ia akan tetap memenangkan pemilu. Israel menyerang Lebanon Selatan, di masa tempat ia berasal, kaum zionis itu masih suka berperang, jadi ia tak bisa memastikan tahun berapa. Sedangkan Toni Morrison memenangkan penghargaan nobel sastra, ia tak tahu menahu siapa itu Toni Morris0n. Ia lebih suka Jim Morrison, vokalis The Doors yang terkenal itu.

Palindih duduk dalam keadaan bersila, sebagaimana posisi awalnya ketika dilontarkan mesin sialan itu. Lantas ia menyapu pandang. Dua jengkal dari lututnya, ada secangkir kopi yang masih mengepul entah untuk apa, lalu padang rumput yang terhampar luas. Saking luasnya, Palindih tak bisa melihat apa-apa di ujungnya selain bibir langit yang menyentuh setiap sisi padang rumput. Kemudian di atasnya, hamparan langit yang begitu biru. Langit itu mengambang seperti sebuah tempurung yang menutupi padang rumput. Di bentangan langit yang biru, bertengger awan-awan tipis yang tersebar tak teratur. Bentuknya serupa air yang  perlahan membeku menjadi es dan tak bergerak ke mana-mana. Tepat di tengah-tengah padang rumput, Palindih melihat sebatang pohon ash berusia puluhan tahun. Walaupun jaraknya dari pohon ash terlalu jauh, Palindih bisa membayangkan batangnya yang kokoh, akar-akarnya menghunjam ke dasar bumi, serta daunnya yang kurus dan memanjang.

Lima detik kemudian, angin menerjang pohon ash, daun-daunnya bergerak ke sana ke mari hingga gerakan itu menghasilkan sebuah suara yang menenangkan. Persis seperti bunyi gemuruh air di tengah samudra sehabis badai. Bunyinya terdengar bagai sebuah harmoni yang hanya bisa diciptakan oleh seseorang yang tak pernah mengenal kejahatan di dunia. Sementara pohon ash masih bernyanyi, dahan-dahannya memecah angin tersebut menjadi hembusan lembut yang berlari ke arah Palindih. Semilir itu menerpa rambut, kepala, dan seluruh badan Palindih, seolah ia sedang menikmati kesejukan dari surga. Palindih membayangkan para malaikat sedang membelainya. Lalu seseorang bidadari mulai bernyanyi di telinganya.

When you were here before,
Couldn’t look you in the eye,
You’re just like an angel,
Your skin makes me cry,
You float like a feather,
In a beautiful world,
I wish I was special,
You’re so very special.

But I’m a creep, I’m a weirdo,
What the hell am I doing here?
I don’t belong here.*

Ah, Palindih tersadar. “Sekarang tahun 1993,” katanya yakin. Itu adalah saat album Pablo Honey dari Radiohead meledak di pasaran dan semua orang menyukai lagu Creep.

“Ya, sekarang tahun ’93,” katanya lagi. Meyakinkan diri sendiri.

***

Jadi sekarang kita mulai bertanya-tanya, ini sebenarnya cerita tentang apa? Ini adalah cerita tentang Palindih, seorang laki-laki yang bermimpi dilontarkan mesin waktu ke masa lalu ketika malam itu ponselnya berdering, setelah sekian lama. Di ponsel itu, ia melihat dirinya pernah bahagia. Dan Palindih hanya ingin kembali di masa ketika ia belum mengerti apa-apa. Namun tetap saja, lagu Creep–lagu Radiohead sialan itu, lagu tentang seorang laki-laki aneh yang merasa tak pantas untuk seseorang yang dicintainya, masih berngiang-ngiang di kepalanya.

* lirik lagu Creep, Radiohead
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s