Pecundang yang Bahkan Tak Tahu Urutan Lagu Dalam Album Good As I Been To You-nya Bob Dylan

Kau tak perlu membayar tagihan listrik atau cicilan bulanan mesin pendingin makanan atau mengurus asuransi kesehatan dan kau tentu tak butuh pekerjaan setelah menerima surat pemberhentian secara tidak hormat dari atasan karena bolos kerja dengan membuat alasan tak masuk akal: kau dirawat di rumah sakit karena harus menjalani operasi pemotongan usus halus sepanjang 40 senti sebagaimana yang disarankan dokter ahli pemotongan organ tubuh dan berharap masih bisa mendapatkan gaji pokok bulanan dan sedikit uang santunan dari tempatmu bekerja. Begitulah malam itu, kau mengumpat-ngumpat dalam hati sambil terus berjalan menuju toko minuman, mengeluarkan dan menghitung uang receh yang tersisa di sakumu untuk membeli sebotol bir dingin. Kau menenggak minuman diselingi hisapan rokok mild sembari berjalan ke arah sungai, tempat di mana kau pernah menenggelamkan teman baikmu di dasarnya bersama lima bongkah batu bata yang kauikat ke badannya. Alih-alih merasa bersalah, kau malah bersulang dengan bulan mengingat peristiwa itu.

Udara malam semakin dingin dan kepalamu terasa berat. Kau pun merasa tua seolah sudah hidup selama dua ratus tahun. Lantas kau pulang ke rumah dalam keadaan terhuyung-huyung seperti baru habis naik bianglala dengan kecepatan dua detik per putaran selama tujuh belas menit. Sampai di rumah kau mendobrak pintu depan namun tak terjadi apa-apa lalu kau mulai marah dan mendobraknya sekali lagi dan tetap tak ada apa pun yang terjadi. Dengan amarah yang mulai mendidih bersama alkohol yang berpiuh dalam kepalamu, kau menendang pintu sehabis tenaga dan mendapati dirimu terjengkang dua detik berikutnya. Dengan kepala yang terasa berat dan badan terhuyung kau terus memaki-maki sembari merogoh kunci di saku belakang celana jinsmu yang sudah dua belas hari tak dicuci, memasukkan kunci dan memutar kenop. Kau lantas menuju kamar begitu saja tanpa sempat kembali menutup pintu lalu menghempaskan tubuh di kasur yang berbau keringat dan langsung tertidur padahal kau ingin sekali merokok sebelumnya.

Dalam tidur kau bermimpi melakukan banyak hal: membuka tutup botol bir dengan gigi; mematikan puntung rokok dengan lidah; mencari kutipan yang bagus dalam buku karya orang lain agar bisa meluluhkan hati seorang wanita; memainkan lagu melayu bersama John Lennon dan Kurt Cobain. Dalam mimpi itu, bersama John dan Kurt, kau berada di sebuah kampung yang mengalami kemunduran peradaban di mana orang-orang mulai mengenakan pakaian dari daun-daun lebar dan kulit binatang yang dikeringkan dan diasapi dan memakai kalung dari taring babi. Kaupikir penduduk di sana sudah gila hingga kau akhirnya meninggalkan John yang saat itu terinspirasi untuk menciptakan lagu Imagine dan Kurt akhirnya bunuh diri dengan menelan dua buntal kulit beruang grizly sekaligus. Dalam perjalanan pulang, kau disergap seekor babi hutan. Ketika kalian sudah saling berhadapan, si babi berbalik arah karena melihat kau tampak menyedihkan dan tak berguna dan akhirnya kau mulai menangis saat si babi meninggalkanmu.

Kau terbangun dalam keadaan masih sedu-sedan dan jam dinding sudah menujukkan pukul delapan lewat sepuluh menit namun kau malas untuk bangun. Kau terlentang dengan mata nanar sambil memikirkan arti mimpimu semalam.

Benarkah aku tampak menyedihkan dan seorang manusia tak berguna? tanyamu. Jika memang benar kebenaran bisa datang dari mana saja, misalnya lewat mukjizat, pengemis, ceramah agama, dan celoteh orang-orang di kantor bupati, dan seterusnya dan seterusnya, maka mimpi semalam dan seekor babi hutan telah menyadarkan dan menunjukkan kebenaran padamu: bahwa kau memang menyedihkan dan tak berguna dan hidupmu bak sepotong kue yang ujungnya telah digigit, tak sempurna seperti yang dulu pernah kaubayangkan.

Maka bersamaan dengan sinar matahari yang lolos lewat lubang ventilasi, kesendirian dan kesunyian yang mengikat udara di kamarmu, kau mulai menangis lagi; menyadari dirimu ternyata seorang pecundang. Kau tak berarti apa pun, sama seperti kerutan penis yang tak seorang pun mau mengingatnya bahkan pelacur yang pernah menyerahkan dirinya satu malam penuh kepadamu tanpa dibayar.

Kau tentu tahu, kau belum pernah melakukan sesuatu yang berguna sebagaimana kepribadian orang-orang sukses yang pernah kaubaca dalam sebuah buku motivasi setebal 568 halaman. Kau bahkan tak pernah fokus pada apa pun: kau tak tahu urutan lagu dalam album Good As I Been To You-nya Bob Dylan; kau juga tak pernah tahu nama depan aktor yang mati karena jempol kaki kirinya disengat seekor kalajengking; dan kau lupa bagaimana bentuk wajah menteri pendidikan di tahun 1972.

Kini kukatakan padamu bahwa sebaiknya kau mati saja; kau bisa menghirup asap beracun seperti yang dilakukan Sylvia Plath dan perlu kutekankan untuk jangan pernah mencoba menenggelamkan dirimu di sungai ini seperti dua bulan lalu kau membunuhku dengan cara yang sama walaupun kau beralasan ingin mati seperti Virginia Wolf. Jangan!

Kuingatkan kepadamu sekali lagi: kau menyedihkan dan tak berguna, yang jika kau mati, tak seorang pun yang akan mengenangmu.

(2016)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s